faktor penyebab terjadinya pemberontakan di Indonesia tugas aszra


faktor penyebab terjadinya pemberontakan di Indonesia


nama:ASZRA P.C
no:5
kelas:12mipa2

>Latar belakang PKI MADIUN ialah


a.karena tuntutan MUSO tidak ditanggapi oleh pemerintah.

b.Muso ingin mendirikan negara komunis di Indonesia.
 

Pemerintah menumpas dengan melakukan  “operasi penumpasan” yang dipimpin oleh Kolonel AH. Nasution. Muso ditembak mati.

Tokoh yang terlibat dalam Pemberontakan PKI Madiun
1. Gatot Soebroto
2. Kolonel Sadikin
3. Kolonel Sungkono
4. Kolonel A.H Nasution

>Latar belakang DI/TII ialah ingin mendirikan Negara islam di Indonesia (NII).

Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dilakukan oleh Sukarmaji Marijan Kartosuwiryo

1.pemberontakan ditumpas dengan OPERASI PAGAR BETIS dengan dipimpin oleh Kolonel Ibrahim Ajrie.


2. melakukan “OPERASI BHARATAYUDHA” dipimpin Letnan Suhanda.

*Pemberontakan DI/TII di Jawa tengah dilakukan di Tegal,Brebes, Kebumen dan Boyolali.

*Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan dipimpin oleh KAHAR MUZAKAR. Pemerintah menumpas pemberontakan di Sulawesi Selatan dengan mengirim pasukan dipimpin oleh Kopral Sadli dari battalion Kujang Siliwangi pada tanggal 3 Februari 1965.

*Pemberontakan DI/TII di Kalimantan Selatan dipimpin oleh IBNU HAJAR (HADERI bin UMAR alias ANGLI). Gerakan tersebut dapat dipatahkan oleh TNI pada bulan Juli 1963.

*Pemberontakan DI/TII di Aceh dipimpin oleh Daud Baureh. Dia pernah menjabat sebgai gubernur. Kolonel M.Yasin menyadarkan Daud Baureh bahwa tindakannya salah. Akhirnya Daud Baureh sadar dan kembali ke NKRI.

>Latar belakang G30S/PKI

1.terdapat  konflik internal dalam TNI yang ingin mengambil alih kekuasaan dari Presiden Soekarno,

2. CIA dan Blok Barat (Amerika, Inggris, dkk) ikut terlibat dalam peristiwa ini guna mencegah Indonesia mengubah ideologinya menjadi komunis dengan menjadikan PKI sebagai kambing hitam

Penumpasan: Separuh dari tokoh PKI diadili di mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub), yan glainnya mendapat hukuman mati dari pemerintah. Ketua PKI, DN Aidit yang dianggap merancang gerakan ini bersama ketua Biro Chusus PKI, Sam Kamaruzzaman melarikan diri ke Jawa Tengah, namun kemudian bisa ditangkap, dan dibunuh.


Tokoh yang terlibat dalam G 30 S/PKI adalah:

-       DN Aidit, ketua Partai Komunis Indonesia (PKI)

-       Syam Kamaruzzaman, ketua Biro Khusus PKI

-       Letkol Untung Syamsuri, pemimpin pasukan Cakrabirawa

-       Marsekal Umar Dhani, Panglima Angkatan Udara

>Latar belakang pemberontakan ANDI AZIZ yaitu

1.Menolak kedatangan Tentara nasional Indonesia ke Makasar

2.menuntut agar masalah keamanan di Indonesia Timur diserahkan kepada bekas tentara KNIL.

3.mempertahankan berdirinya Negara Indonesia Timur.

Tokoh dalam pemberontakan Andi Azis:

1. Kapten Andi Azis, bekas perwira KNIL (Tentara Kolonial Hindia Belanda)  dan pemimpin pemberontakan

2. Letnan Kolonel Suharto dan Kolonel Alexander Evert Kawilarang, memimpin penumpasan pemberontakan Andi Azis

3. Letnan Kolonel Ahmad Yunus Mokoginta, komandan Tentara Wilayah Negara Indonesia Timur di Makassar yang disandera Andi Azis  


>Latar belakang APRA (Angkatan perang Ratu Adil):

1.mempertahankan bentuk Negara federal di Indonesia

2.Mempertahankan pembentukan tentara sendiri pada Negara-negara Republik Indonesia Serikat.

Penumpasan APRA yaitu menangkat SULTAN HAMID II.

Tokoh yang terlibat dalam Pemberontakan APRA
Kapten KNIL Raymond Westerling , Anwar TJokroaminoto (Perdana Menteri Pasundan), Komisarisbesar Jusuf, Komisaris  besar Djanakum, Surja karta legawa, Male Wiranata Kusuma,Sultan Hamid II.

>. Gerakan Republik Maluku Selatan (RMS)
Penyebab dari pemberontakan Republik Maluku Selatan disebabkan oleh ketidakpuasan beberapa tokoh lokal. 
Tokoh pejuang NKRI dalam pemberontakan RMS adalah:

Dr. Johannes Leimena
Brigardir Jenderal Slamet Riyadi dan  
Kolonel Alex Kawilarang

3. Peristiwa Konflik dan pergolakan yang Berkaitan dengan Sistem Pemerintah

>Latar belakang PRRI/PERMESTA ialah pemerintah pusat dan pemerintah daerah tidak harmonis di Sumatera dan Sulawesi. Hal ini bentuk dari akibat otonomi daerah serta perimbangan keuangan antara pusat dan daerah.
Mengatasinya:pemerintah melakukan operasi militer gabungan”OPERASI MERDEKA”, dengan pimpinan Letnan Kolonel Rukminto Hendraningrat.


Tokoh dari pemberontakan PRRI/PERMESTA:

Sjafruddin Prawiranegara (Perdana Menteri PRRI)
Assaat (Menteri Dalam Negeri)
Kol. Maludin Simbolon (Menteri Luar Negeri dan pemimpin Dewan Gajah di Sumatera Utara)
Letkol Ahmad Husein (pemimpin Dewan Banteng di Sumatera Barat)
Letkol R. Barlian (pemimpin Dewan Garuda di Sumatera Selatan)
Letkol Ventje Sumual (pemimpin Dewan Manguni di Sulawesi Utara)
Soemitro Djojohadikoesoemo (Menteri Perhubungan dan Pelayaran)
Muhammad Sjafei (Menteri PPK dan Kesehatan),
J.F. Warouw (Menteri Pembangunan),
Saladin Sarumpaet (Menteri Pertanian dan Perburuhan),
Muchtar Lintang (Menteri Agama),
Saleh Lahade (Menteri Penerangan),
Abdul Gani Usman (Menteri Sosial),
Dahlan Djambek (Menteri Pos dan Telekomunikasi)

> Persoalan Negara Federal dan BFO 
Latar belakang persoalan negara federal dan konferensi pembentkan Badan Permusyawaratan Federal (BFO) pada 27 Mei 1948 dilatarbelakangi oleh sikap Belanda yang tidak mau mengakui kedaulatan Negara Republik Indonesia, meskipun dalam hal ini Indonesia telah menyatakan merdeka melalui Proklamasi 1945.

Kedatangan Belanda pasca proklamasi membuat haluan politik Indonesia berubah. Jika awalnya Indonesia menyakan sebagai negara kesatuan, maka dengan ancaman kedatangan belanda Soekarno mengubah bentuk negara kesatuan menjadi federal yang dipimpin oleh Sjahrir. Alasannya, van Mook yang merupakan pimpinan tidak mau berunding dengan Soekarno. Perubahan bentuk negara ini hanya bersifat politis.




Komentar